Pada hari Jumat 13 Desember 2024, Program Studi Farmasi menyelenggarakan kuliah pakar secara daring dengan menghadirkan narasumber seorang guru besar dari Universitas Hasanuddin, Prof. apt. Andi Dian Permana, M.Si., Ph.D. Beliau merupakan dosen pendamping PKM dengan pendanaan dan insentif terbanyak tahun 2024. Peserta kuliah pakar kali ini adalah mahasiswa Prodi Farmasi Angkatan 2022. Kegiatan kuliah pakar dibuka oleh Koordinator Program Studi Farmasi, Dr. apt. Evi Sulastri, S.Si., M.Si, dan dipandu oleh moderator apt. Nuur Aanisah, S.Si., M.Farm.
Kuliah pakar kali ini mengangkat tema “Empowering Innovation : Unleashing UNTAD Pharmacy Creativity in PKM 2025”. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Tadulako (UNTAD) untuk berinovasi dan mengekspresikan ide-ide kreatif mereka dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di tahun 2025, agar nantinya ide-ide tersebut tidak hanya lolos pendanaan tetapi juga dapat lolos ke PIMNAS dan mendapatkan medali.
Dalam kuliahnya, Prof. Dian menyampaikan bahwa agar dapat mendapatkan medali di PIMNAS, dibutuhkan kerjasama yang kuat antara mahasiswa, dosen dan institusi. Peran seorang dosen pada PKM ini tidak hanya sebagai dosen pembimbing, tetapi sebagai dosen pendamping. Artinya mahasiswa dan dosen harus berjalan bersama-sama di setiap tahapan PKM.
Prof. Dian juga memberikan beberapa tips dalam pemilihan ide untuk PKM, yaitu :
- Buat judul yang atraktif dan mencerminkan inti ide.
- Jelaskan permasalahan dengan latar belakang yang kuat.
- Tetapkan tujuan spesifik dan terukur.
- Tunjukkan manfaat nyata dari ide yang diajukan.Manfaat ini harus dirasakan secara nasional.
- Soroti urgensi, kebaruan (novelty), dan luaran ide.
- Gunakan referensi terkini untuk penguatan ilmiah.
- Pastikan judul sesuai format dan pedoman resmi.






