Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Seminar Nasional yang bertempat di Hotel Best Western Kota Palu, pada hari Sabtu, tanggal 7 September 2024. Kegiatan ilmiah yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidang kefarmasian, dengan tujuan utama untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta kompetensi mahasiswa dan tenaga kefarmasian dalam menghadapi tantangan dan dinamika dunia kesehatan yang terus berkembang.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, apt. Muhammad Fakhrul Hardani, menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan agenda tahunan dari Program Studi Farmasi Untad yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung pengembangan keilmuan dan profesionalisme di bidang farmasi. Seminar tahun ini diselenggarakan secara hybrid, yakni secara daring dan luring, guna menjangkau peserta yang lebih luas, baik dari dalam maupun luar daerah, serta memberikan fleksibilitas partisipasi di tengah kondisi pasca pandemi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FMIPA Untad, Bapak Dr. Lufsyi Mahmudin, S.Si., M.Si., yang dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif dan kerja keras panitia dalam menyelenggarakan kegiatan ilmiah berskala nasional ini, serta menekankan pentingnya kolaborasi antar institusi dan profesi dalam menghadirkan pelayanan kefarmasian yang berkualitas dan berbasis bukti ilmiah (evidence-based practice).
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh para narasumber yang ahli di bidangnya. Narasumber pertama, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., membawakan materi yang berfokus pada pentingnya penguatan peran profesi kesehatan dalam pelayanan interprofesional yang terintegrasi. Sesi kedua diisi oleh Dr. apt. Widyati, M.Clin.Pharm., yang menyampaikan paparan menarik mengenai upaya pengembangan kompetensi melalui spesialisasi dan sertifikasi profesi farmasi, dilihat dari perspektif seorang praktisi klinis. Materi tersebut memberikan wawasan tentang pentingnya peningkatan kapasitas individu dalam mendukung pelayanan yang profesional dan berorientasi pasien. Selanjutnya, sesi ketiga diisi oleh apt. Rudi Safarudin, M.Farm., M.Epid., Ph.D., yang membahas secara komprehensif tentang berbagai pertimbangan klinis dan non-klinis dalam terapi obat di pelayanan kefarmasian, termasuk pendekatan berbasis risiko dan peran farmasis dalam memastikan keamanan serta efektivitas penggunaan obat. Sesi terakhir ditutup dengan paparan dari apt. Agil Bredly Musa, M.Sc., yang mengangkat topik integrasi Evidence-Based Practice (EBP) dalam pelayanan kefarmasian, dengan menekankan pentingnya penggunaan data dan bukti ilmiah terkini sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terapi untuk menjamin hasil klinis yang optimal bagi pasien.
Melalui seminar ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan baru, memperluas jaringan profesional, serta termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensinya guna memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan layanan kefarmasian di Indonesia.






