PALU — Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Tadulako menyelenggarakan Seminar Nasional Kefarmasian 2026 pada Sabtu, 24 Oktober 2026, bertempat di Hotel Grand Sya Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni secara luring dan daring, dengan jumlah peserta mencapai 300 orang.
Seminar nasional ini menghadirkan empat narasumber kompeten dari berbagai institusi pendidikan tinggi yang membahas perkembangan ilmu kefarmasian, mulai dari farmakogenomik, bioinformatika, farmakologi presisi, hingga pengembangan sediaan berbasis bahan alam. Kegiatan ini menjadi wadah akademik untuk memperluas wawasan, memperkuat kolaborasi, serta mendorong pengembangan ilmu dan penelitian kefarmasian di Indonesia.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan Ketua Panitia, apt. Recky Patala, S.Farm., M.Farm., yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah. Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Tadulako, Prof. Dr. M. Rusydi H., M.Si.
Sesi ilmiah pertama menghadirkan Prof. apt. Melisa Intan Barliana, Dr. Med. Sc., Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, yang membawakan materi berjudul “From Genes to Clinical Decision: Pharmacogenomics Driven Precision Medicine in Indonesia”. Pemaparan ini mengulas peran farmakogenomik dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan pengembangan pengobatan yang lebih tepat berdasarkan karakteristik genetik pasien. Sesi tersebut dipandu oleh moderator Dr. apt. Ingrid Faustine, M.Sc.
Materi kedua disampaikan secara daring oleh apt. Lalu Muhammad Irham, M.Farm., Ph.D., dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, dengan judul “Leveraging Multi-Omics and Bioinformatics for Drug Discovery and Repurposing”. Materi ini membahas pemanfaatan pendekatan multi-omik dan bioinformatika untuk mendukung penemuan kandidat obat serta drug repurposing, yaitu pemanfaatan kembali obat yang telah ada untuk indikasi terapeutik lain. Sesi ini dipandu oleh moderator apt. Rudi Safaruddin, S.Farm., M.Epid., Ph.D.
Sesi ketiga menghadirkan apt. Zulfan Zazuli, S.Farm., M.Farm., Ph.D., dosen Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, yang menyampaikan materi secara daring dengan judul “Mengembangkan Pendekatan Farmakologi Presisi untuk Terapi yang Lebih Aman dan Personal”. Pemaparan ini menyoroti pentingnya pendekatan farmakologi presisi dalam pemilihan terapi yang disesuaikan dengan karakteristik individu untuk mendukung peningkatan keamanan dan efektivitas pengobatan. Sesi ini dipandu oleh moderator apt. Arya Dibyo Adisaputra, M.Farm.
Materi keempat disampaikan oleh Dr. apt. Ihwan, S.Si., M.Kes., dosen Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Tadulako, dengan judul “Nanoemulsi Daun Eboni: Terobosan Farmakologi Multitarget untuk Terapi Diabetes”. Materi ini mengangkat potensi pengembangan nanoemulsi berbahan alam dari daun eboni sebagai pendekatan inovatif dalam penelitian terapi diabetes melalui mekanisme farmakologi multitarget. Sesi ini dipandu oleh moderator apt. Andi Atirah Masyita, S.Farm., M.Si.
Selain sesi pemaparan materi, Seminar Nasional Kefarmasian 2026 juga dirangkaikan dengan kegiatan Oral Presentation (Panel Session). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian dan karya ilmiah mereka, sekaligus membuka peluang publikasi melalui jurnal-jurnal bereputasi yang telah bekerja sama dalam penyelenggaraan seminar ini.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Kefarmasian 2026, Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Tadulako berharap dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, mendorong kolaborasi lintas institusi, serta meningkatkan kontribusi akademisi dan peneliti dalam pengembangan ilmu kefarmasian. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung kemajuan penelitian dan inovasi farmasi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.





