Tim KBK Teknologi Farmasi Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Limboro
25 Agustus 2026-Tim Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Teknologi Farmasi melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala. Kegiatan ini melibatkan kelompok petani sagu sebagai mitra masyarakat yang produktif secara ekonomi. Program tersebut didanai melalui BIMA dan DIPA Fakultas dengan fokus pada peningkatan kapasitas petani, edukasi pangan lokal, serta pengembangan produk olahan sagu.
Kegiatan pertama yang didanai melalui BIMA berjudul “Penguatan Kapasitas Petani Pengolah Sagu melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Produksi Tepung Sagu Berkualitas di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala”. Pelaksanaan awal kegiatan berupa sosialisasi program dan penyamaan persepsi antara tim pelaksana dengan mitra. Pada pertemuan tersebut, tim menjelaskan tahapan kegiatan, bentuk keterlibatan mitra, serta rencana penerapan teknologi pengolahan sagu.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Program Studi Teknik Mesin dalam pembuatan mesin pengolahan sagu. Mesin tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi proses produksi, mengurangi beban kerja, serta menghasilkan tepung sagu dengan kualitas yang lebih baik dan seragam. Mitra juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi dalam proses pengolahan sagu.
Kegiatan selanjutnya didanai melalui DIPA Fakultas dengan topik edukasi manfaat sagu sebagai pangan lokal pendukung pola makan sehat. Edukasi diberikan melalui media video dan leaflet agar informasi lebih mudah dipahami serta dapat dipelajari kembali oleh masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup manfaat sagu, potensi pengembangannya, dan pentingnya diversifikasi pangan lokal.
Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan cracker berbahan dasar sagu bagi ibu-ibu PKK. Peserta memperoleh penjelasan dan praktik langsung mengenai pemilihan bahan, pembuatan adonan, pemanggangan, hingga pengemasan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan produk usaha rumah tangga berbasis potensi lokal Desa Limboro.









